Beritabersama.com, Sidoarjo – PSBB Surabaya Raya termasuk Sidoarjo diperpanjang hingga 25 Mei 2020. Warga berharap ada sosialisasi maksimal dari perpanjangan PSBB tersebut.

Pernyataan itu disampaikan salah seorang tokoh masyarakat Sidoarjo, Rahmat Muhajirin. Ia setuju dengan perpanjangan PSBB karena jumlah kasus Corona masih tinggi. Namun ia berharap ada sosialisasi hingga tingkat RT terlebih dahulu.

“Harus dilakukan sosialisasi secara maksimal, agar masyarakat mengetahui secara betul, dan faham terkait PSBB,” kata Rahmat, Minggu (10/5/2020).

Menurutnya, apabila masyarakat faham dan mengetahui dengan betul tentang Pergub dan Perbup, maka dipastikan akan mentaati aturan tersebut. Ia menilai, selama ini masyarakat di tingkat RT banyak yang kurang memahami aturan itu, karena kurangnya sosialisasi. Sehingga banyak yang melanggar.

Baca Juga:  Apa Benar Kentut Bisa Tularkan Covid 19, Ini Hasil Uji Labnya

“Kami setuju adanya penyekatan jalan selama jam malam. Namun bila ada masyarakat akan melewati jalan tersebut, dan membawa indentitas diri harus diizinkan. Masalah sanksi yang dipertegas kami sepakat asal tidak memperberat. Karena saat pandemi Corona banyak masyarakat yang susah,” tambah Rahmat.

Pendapat senada disampaikan Ketua MWC NU Porong Ustad Sugiono. Ia setuju dengan diperpanjangnya PSBB yang pemberlakuannya melalui Perbup, sehingga upaya menertibkan dan mendisiplinkan warga untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 ada payung hukumnya.

“Kami setuju PSBB fase kedua, namun pembagian bansos harus tepat sasaran. Itu benar-benar diterapkan. sehingga jangan sampai terjadi gara-gara ketidakadilan dijadikan alasan pembangkangan aturan PSBB,” kata Sugiono.

Baca Juga:  Jumlah Pasien Covid 19 di Indonesia, per 12 Mei 2020

Sugiono berharap ada sinergitas dari semua aparat yang menangani PSBB. Atau tidak ada kepentingan politik sehingga PSBB benar-benar sesuai harapan rakyat Sidoarjo.

Pihaknya sepakat dengan adanya sanksi. Namun harus obyektif dan melihat permasalahannya. Menurutnya tidak efektif bila semua pelanggaran diselesaikan dengan menggeneralisasi sanksi.

“Penyekatan jalan tidak masalah yang terpenting ada petugas yang menjaga. Terutama jalan lingkungan, untuk menjaga lingkungan untuk men-screening orang yang lewat benar-bener penghuni lingkungan. Guna antisipasi kriminal,” pungkas Sugiono. (tim/BB)

Artikel ini sudah tayang di detik.com dengan judul : PSBB Sidoarjo Diperpanjang, Warga Ingin Ada Sosialisasi Lagi