Karena pandemi virus corona (Covid-19), sejumlah orang terkena dampaknya, salah satunya PNS.

Sebab, anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI di tengah situasi pandemi virus corona diperketat.

Sehingga berdampak pada pemberian THR dan Gaji ke-13 PNS.

Jika pada tahun sebelumnya anggaran yang diberikan untuk THR sebesar Rp40 triliun, tahun ini anggaran tersebut hanya Rp28 triliun.

Hal ini sepertinya juga akan berdampak pada gaji ke-13, yang berpotensi mundur dari jadwal, yaitu sekitar bulan Juli.

Selain itu, belum ada pembahasan mengenai detail pemberian gaji ke-13 bagi para PNS.

Walau begitu, ada informasi bahwa gaji ke-13 lebih besar dari THR.

Komponen THR bisanya meliputi gaji pokok ditambah tunjangan melekat.

Baca Juga:  Ini Update Pasien Covid 19, Ada 533 Kasus Baru

Namun, beberapa instansi menetapkan THR meliputi komponen gaji pokok, tunjangan melekat, dan ditambah tunjangan kinerja atau tukin.

Dalam arti, besaran THR sangat tergantung pada kebijakan masing-masing instansi.

Sementara gaji ke-13 berbeda dengan THR, dimana tak semua instansi memasukkan komponen tunjangan kinerja, maka pada gaji ke-13 sudah pasti meliputi gaji pokok, tunjangan melekat, dan tunjangan kinerja.

Hal ini membuat gaji ke-13 besarannya biasanya lebih besar ketimbang THR.

Pencairan gaji ke-13 biasanya dilakukan pada pertengahan tahun.

Gaji ke-13 PNS ini diatur dalam PP Nomor 35 Tahun 2019.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 2019, besaran gaji pokok PNS berjenjang sesuai golongan dan lama masa kerja yang dikenal dengan masa kerja golongan (MKG).

Baca Juga:  Update Data Covid-19 di Indonesia, 13.112 Positif, 2.494 Sembuh

Hitungan gaji dari yang paling terendah hingga tertinggi disesuaikan berdasarkan masa kerja atau MKG mulai dari kurang dari satu tahun hingga 27 tahun.(hil)

artikel ini telah terbit di https://bangka.tribunnews.com/amp/2020/05/22/kabar-gembira-untuk-pnsasn-gaji-ke-13-bakal-lebih-besar-dari-thr-berikut-penjelasannya-cairnya

Facebook Comments