Beritabersama.com, MOJOKERTO — Disaat pandemi covid 19, sejumlah masyarakat merasakan dampak ekonomi yang luar biasa.

Berbagai cara dilakukan untuk membantu sesama seperti yang dilakukan Wali Kota Ika Puspitasari bersama ibu-ibu, dengan menggantungkan bahan makanan di rak pangan untuk warga yang membutuhkan.

Warga bahu-membahu mengumpulkan bahan makanan di rak pangan, dengan harapan dapat membantu warga lainnya yang sedang membutuhkan. Di Kota Mojokerto, sudah ada dua lingkungan yang menginisiasi sikap kegotong-royongan dalam menyikapi situasi Covid-19 seperti ini. Yakni, Lingkungan Prajurit Kulon II Kelurahan Prajuritkulon dan Lingkungan Merapi Kelurahan Wates.

“Saya sangat mengapresiasi inisiasi warga dalam hal berbagi. Mereka berbagi bahan makanan dalam satu kantong plastik, yang kemudian digantungkan di rak pangan. Bahan-bahan makanan ini, diletakkan oleh orang yang memberi, kemudian akan diambil seperlunya oleh orang yang membutuhkan. Sikap seperti ini, sungguh luar biasa,” apresiasi Ning Ita, sapaan akrab wali kota.

Baca Juga:  Viral! Oknum RS Kota Mojokerto Tarik Rp 3 Juta Untuk Urus Jenazah PDP Covid 19

Ning Ita meyakini bahwa, inisiasi warga tersebut turut andil didalamnya peran ibu-ibu dalam menyediakan bahan makanan bagi orang yang membutuhkan. Bahan makanan yang bisa diambil setiap pagi tersebut, terdiri dari beras, minyak, telur, gula, ayam, daging, sayur dan masih banyak lainnya. Bentuk kegotong-royongan seperti inilah, diharapkannya dapat menular ke lingkungan-lingkungan lainnya.

“Hanya dengan, setengah liter minyak, empat butir telur, kita bisa meringankan beban saudara-saudara kita di tengah kondisi yang seperti ini. Berbagi itu, tidak harus menunggu menjadi kaya. Mereka cukup meletakkan bahan makanan di rak pangan, dan warga lainnya yang membutuhkan akan mengambil secukupnya. Keharmonisan ini, sudah seharusnya terus terjaga. Saling membantu di bulan Ramadan seperti ini, akan menjadi ladang amal jariyah mereka,” ungkapnya.

Baca Juga:  percepat implementasi teknologi 4.0, Ning Ita terapkan digital market

Ning Ita berharap, dua lingkungan di Kota Mojokerto yang telah menjadi pemotor tersebut, dapat menjadi motivasi bagi lingkungan-lingkungan lainnya untuk bergerak. Ia pun mengajak seluruh warga untuk terus saling peduli dengan sesama. “Kita tidak pernah tahu, bahwa dibalik bahan makanan yang kita berikan ada kebahagiaan mereka yang sangat membutuhkannya. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk turut berperan dalam percepatan penanganan Covid-19, melalui rak pangan seperti ini,” tegasnya. (min/BB)